Presiden Prabowo Apresiasi Umat Hindu Yang Terus Memegang Teguh Nilai Tri Hita Karana

banner 468x60

Bali, KATAFAKTA.netPerayaan Dharma Santi Nasional dalam rangka Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M dipusatkan di Ardha Candra Art Centre pada Selasa (17/6/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WITA diawali dengan pelaksanaan Puja Trisandya yang dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Santika Wira Yoga, diikuti seluruh umat dan undangan yang hadir dengan penuh khidmat.

Perayaan berskala nasional ini dihadiri sekitar 5.500 umat dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, pengelingsir, pinandita, hingga pandita. Antusiasme peserta terlihat saat menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya Bali seperti tarian tradisional dan bondres yang tampil memukau di panggung terbuka, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

banner 336x280

Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, Dharma Santi tahun ini menegaskan nilai universal bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga. Dalam Dharma Wacana yang disampaikan oleh Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran, ditegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum introspeksi dan evaluasi diri demi kehidupan yang lebih baik ke depan, serta memperkuat nilai kedamaian, cinta kasih, dan toleransi.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan hari ini sangat luar biasa, kita melibatkan seluruh komponen

“Saya mengajak seluruh umat untuk bersatu menjaga lingkungan, termasuk mewujudkan Bali yang bersih sebagai bagian dari pengamalan Dharma. Semoga dengan Dharma Santi ini kembali semua dan memberkati kita kita untuk jalan yang terbaik,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Made Susila, menambahkan bahwa Dharma Santi merupakan puncak sekaligus penutup rangkaian Hari Raya Nyepi yang bertujuan mempererat persatuan dan kerukunan antar umat beragama.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha mengatakan Nyepi bukan hanya sekedar perayaan, namun Nyepi mengajarkan kita untuk menepi kembali ke dalam diri.

“Dalam keheningan kita, manusia diajak bertanya, siapa kita dan kemana kita menuju alam semesta,” ungkapnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno megungkapkan bahwa dirinya selalu berusaha untuk hadir dalam kegiatan PDHI ini.

“Kemana arah nilai-nilai luhur ini dan kita akan berusaha keras untuk menjalankan nilai-nilai luhur tersebut, walaupun kita sadari dalam menyikapi beberapa hal tidak mudah, apalagi ditambah dengan kebisingan yang sedang bergejolak di Timur Tengah” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Dalam pesannya, Presiden menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung serta mengapresiasi umat Hindu yang terus memegang teguh nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi kehidupan harmonis. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan demi kemajuan Indonesia.

Tampak hadir, Menteri Koordinator PMK Pratikno, Wakil Menteri Pariwisata  Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Pangdam IX/Udayana saat ini adalah Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto serta Ketua-ketua Parisada Hindu Dharma serta tokoh agama lintas iman.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh hikmat, dan sarat makna spiritual, mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman serta komitmen menjaga harmoni menuju Indonesia yang damai dan maju.

Idr

 

banner 336x280