GNB Lahir Dari Rasa Kerisauan dan Keprihatin Bangsa Saat Ini

banner 468x60

JAKARTA, KATAFAKTA.COM – Keprihatinan jelang Pemilu 2024 yang tinggal menghitung hari lagi, yakni akan digelar pada 14 Februari 2024 membuka para sepuh bangsa prihatin, hingga lahirlah Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Kerisauan ini disampaikan GNB melalui konferensi pers di Grha Oikumene, Salemba, Sabtu (10/2/2024).

Salah satu pemrakarsa GNB, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menyampaikan, Gerakan Nurani Bangsa ini lahir dari rasa kerisauan dan tidak tenang atas keadaan bangsa yang kurang kondusif.

banner 336x280

“Oleh karena itu, GNB mengajak para sepuh bangsa untuk peduli dengan keadaan bangsa saat ini demi kelangsungan kehidupan anak cucu kedepan,” ucap Sinta, Sabtu (10/2/2024) di Jakarta.

Dalam waktu relatif singkat, GNB telah melakukan beberapa kegiatan yakni dengan kunjungi ke tokoh bangsa yang antara lain Wakil Presiden RI, Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres RI ke-10 dan ke-12 Yusuf Kalla

Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Qomar Gultom mengungkapkan bahwa melihat perkembangan belakangan ini muncul kekhawatiran dari umat manusia.

“Kami menghimbau kepada penyelenggara pemilu, peserta pemilu untuk saling menjatuhkan etika dalam berpolitik dan tentunya kepada masyarakat untuk berpartisipasi datang ke TPS dalam mendukung sukses pemilu,” ucapnya.

Kardinal Ignatius Suharyo menambahkan, saya minta agar belakang ini kata-kata Nurani dan Etika selalu digaungkan.

Lukman Hakim Saifuddin pemilu merupakan hajat orang banyak berharap agar pemilu adil dan jujur.

“Demokrasi dapat digunakan untuk menyepakati mandat dari rakyat,” tegas Lukman.

Komaruddin Hidayat, berharap agar orde baru jangan sampai terulang lagi.

“Kami berharap tokoh-tokoh partai dan juga sepuh negarawan dan bapak bangsa untuk saling menjaga kerukunan bangsa. Sering kali semua orang membahas aspek, tapi yang lebih penting aspek legitimasi,” tandasnya.

Frans Magnis Suseno mengatakan, berharap agar presiden sebagai pengayom bagi rakyat, dan harus bersikap netral dalam proses politik.

“Kita harus menuntut dan menyatakan harus adil, jujur, transparan dan bersih serta tanpa intimidasi. Kita juga dapat menerima hasil pemilu yang demokratis dan bersih,” ujar Romo Magnis.

Ditengah kekhawatiran ini ada penyelenggara pemilu berusaha bersikap netral, juga masyarakat untuk saling membantu dan mendukung pelaksanaan pemilu.

Sebelumnya, GNB telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni :

1. Kunjungan sesepuh ke Wapres RI, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

2. Kunjungan ke penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu

3. Pertemuan dengan para pimpinan media mass

4. Pertemuan dengan berbagai inisiatif pengawasan pemilu dari masyarakat sipil

5 Forum Titik Temu Orang Muda.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, GNB mencatat 9 poin yang beberapa poin telah disampaikan oleh para narasumber diatas.

Sesepuh bangsa melalui GNB mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk berdo’a semoga penyelenggaraan pemilu 2024 berjalan dengan lancar, aman, damai, jujur dan adil serta bermartabat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pemrakarsa-pemrakasa GNB, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Omi Komariah Nurcholish Madjid, Erry Riyana Hardjapamekas, Slamet Rahardjo, Lukman Hakim Saifuddin, Ery Seda, Alissa Wahid, Jacky Manuputty dan lainnya.

 

banner 336x280